Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Sekolah Tani di Kota Banjar, Gerakan Pemuda ke Sawah untuk Mewujudkan Swasembada Pangan

Skintific

Banjar – Sekolah Tani Di tengah tantangan modernisasi dan urbanisasi, sektor pertanian di Indonesia menghadapi krisis regenerasi petani. Banyak anak muda enggan terjun ke dunia pertanian karena dianggap tidak menjanjikan. Namun, di Kota Banjar, Jawa Barat, sebuah inisiatif unik hadir untuk membalik pandangan tersebut.

 adalah program pelatihan dan edukasi yang menyasar generasi muda untuk kembali mencintai dunia pertanian.

Skintific

Gerakan ini lahir dari kegelisahan para petani senior dan komunitas lokal yang melihat semakin sedikit anak muda yang tertarik bertani.

Kota Banjar, yang masih memiliki potensi lahan pertanian cukup luas, melihat peluang ini sebagai kesempatan untuk membentuk generasi petani baru. Sekolah Tani pun menjadi wadah pembelajaran yang tak hanya teoritis, tetapi juga sangat praktis.

Salah satu tujuan utama Sekolah Tani adalah untuk mewujudkan swasembada pangan secara lokal.

Para peserta belajar langsung dari petani senior, akademisi pertanian, hingga praktisi agribisnis.

Tidak hanya bertani, para pemuda juga diajarkan bagaimana mengelola hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah, seperti makanan olahan dan produk UMKM berbasis pertanian.

Pentingnya pemahaman pasar dan pemasaran digital juga menjadi bagian dari pembelajaran.

Sekolah Tani
Sekolah Tani

Baca Juga : bu Ibu Kampung Pasirtamiang Tasikmalaya Antusias Adu Joran di HUT ke-80 RI

Pembelajaran kontekstual ini menjadi kekuatan utama program.

Gerakan ini menjadi magnet baru di kalangan pemuda Banjar. Banyak yang awalnya ragu, namun akhirnya jatuh cinta dengan dunia pertanian setelah merasakan langsung hasil kerja mereka.

Salah satu alumni Sekolah Tani, Deni (24), kini telah memiliki lahan pertanian sendiri dan mempekerjakan dua temannya. Ia bahkan telah menjual produk sayuran organiknya hingga ke kota besar.

Kesuksesan seperti inilah yang menjadi inspirasi dan motivasi bagi peserta lain. Sekolah Tani tidak hanya mengubah cara pandang, tetapi juga mengubah masa depan.

Dukungan dari pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. Dinas Pertanian Kota Banjar memberikan bantuan alat, benih, dan pendampingan teknis kepada para peserta.

Program ini juga membuka peluang bagi peserta untuk mengikuti kompetisi, pelatihan luar daerah, hingga mendapatkan akses modal usaha tani.

Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, krisis pangan, dan ketergantungan impor, gerakan seperti Sekolah Tani menjadi solusi lokal yang berdampak besar.

Anak muda yang dulunya hanya mengenal gadget dan media sosial, kini mulai akrab dengan cangkul, pupuk kompos, dan rotasi tanaman.

Skintific