Banjar – Ibu Anak Korban Tewas Suasana duka menyelimuti ruas Tol Batang–Semarang pada Sabtu dini hari (26/10/2025), setelah sebuah bus pariwisata PO Haryanto mengalami kecelakaan tragis. Dalam peristiwa memilukan itu, seorang ibu dan anaknya dilaporkan tewas di tempat, sementara sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kronologi Kecelakaan: Perjalanan yang Berakhir Tragis

Baca Juga : Reses di Kota Banjar, Rokhmat Ardiyan Siap Kawal Tiga Program
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 03.45 WIB di KM 349 Tol Batang arah Semarang. Menurut keterangan pihak kepolisian, bus Haryanto bernomor polisi B 7391 UGA yang melaju dari arah Jakarta diduga melaju dengan kecepatan tinggi, sebelum akhirnya menabrak bagian belakang truk tronton yang sedang melaju di jalur lambat.
Benturan keras membuat bagian depan bus ringsek parah. Suara dentuman besar terdengar hingga ratusan meter dari lokasi kejadian. Sebagian penumpang yang terlelap terbangun dalam kepanikan, sementara beberapa lainnya terjepit di kursi akibat benturan hebat.
“Kami langsung meluncur ke lokasi begitu dapat laporan. Kondisi bus sangat rusak di bagian depan,” ujar AKP Wahyu Nugroho, Kasat Lantas Polres Batang.
Korban Ibu dan Anak Ditemukan Berpelukan
Dari hasil evakuasi petugas Unit Laka Satlantas Polres Batang, dua korban meninggal dunia ditemukan dalam posisi berpelukan di kursi baris tengah bus.
Keduanya diketahui merupakan ibu dan anak yang sedang dalam perjalanan menuju Semarang untuk menghadiri acara keluarga.
Saksi mata menyebut, detik-detik setelah benturan, beberapa penumpang berusaha menolong korban. Namun keduanya sudah tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Sang ibu seperti berusaha melindungi anaknya saat benturan terjadi,” tutur seorang penumpang selamat dengan mata berkaca-kaca.
Evakuasi Penuh Drama di Tengah Malam
Petugas gabungan dari Polisi Jalan Raya, Jasa Marga, dan Tim SAR tiba sekitar 15 menit setelah kecelakaan. Evakuasi berlangsung dramatis karena bagian depan bus sulit dibuka akibat ringsek.
Dengan alat berat dan pemotong logam, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dalam waktu hampir dua jam.
Korban meninggal langsung dibawa ke RSUD Kalisari Batang, sementara korban luka-luka mendapat perawatan intensif di ruang gawat darurat.
Bus Haryanto Disebut Dalam Kondisi Baik
Perwakilan manajemen PO Haryanto menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Mereka menegaskan bahwa bus yang digunakan dalam kondisi laik jalan, dan pengemudi memiliki SIM B1 umum yang masih aktif.
Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa rekaman CCTV tol, kondisi jalan, dan hasil olah TKP. Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan oleh human error atau pengemudi yang kelelahan.
“Kami masih menunggu hasil uji forensik kendaraan dan pemeriksaan sopir cadangan,” tambah AKP Wahyu.
Duka di Rumah Keluarga Korban
Sementara itu, suasana haru menyelimuti rumah duka korban di kawasan Bekasi Timur. Tangis keluarga pecah saat jenazah ibu dan anak tersebut tiba siang harinya. Warga sekitar tampak berduka dan membantu proses pemakaman.
“Mereka orang baik, sering ikut kegiatan sosial di lingkungan. Kami tidak menyangka perpisahan akan secepat ini,” ucap salah satu tetangga.
Kecelakaan di Tol Masih Tinggi
Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur tol Trans Jawa yang melibatkan kendaraan pariwisata. Menurut data Korlantas Polri, pada tahun 2025 tercatat lebih dari 340 kasus kecelakaan bus antarkota di jalur tol, sebagian besar disebabkan kelelahan sopir dan kelalaian menjaga jarak aman.






