Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Minibus Tabrak PKL di Kota Banjar Diduga Pengemudi Mengalami Microsleep

Skintific

Banjar – Minibus Tabrak PKL Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Kota Banjar, Jawa Barat, pada Kamis (27/11) pagi. Sebuah minibus yang melaju dengan kecepatan tinggi tiba-tiba menabrak para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sedang berjualan di pinggir jalan. Akibat insiden ini, lima orang terluka dan satu orang mengalami luka parah.

Polisi menduga bahwa pengemudi minibus tersebut mengalami microsleep, yaitu keadaan tidur singkat yang tidak disadari, yang menyebabkan hilangnya kontrol terhadap kendaraannya.

Skintific

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, ketika aktivitas pagi di kawasan itu tengah padat, terutama dengan banyaknya pedagang kaki lima yang membuka lapak di trotoar jalan.

Tabrakan itu mengakibatkan beberapa pedagang yang sedang mempersiapkan barang dagangan terlempar ke trotoar, sementara minibus yang menabrak juga mengalami kerusakan parah pada bagian depan.

Minibus Tabrak PKL Kronologi Kecelakaan

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, minibus yang melaju dari arah Ciamis tiba-tiba oleng dan menabrak beberapa lapak pedagang kaki lima yang terletak di sisi kiri jalan. “Saya sedang belanja di sini, tiba-tiba ada suara keras dan mobil itu menabrak beberapa warung.

Minibus Tabrak PKL
Minibus Tabrak PKL

Baca Juga :  Bandar Narkoba Pekalongan Tembaki Polisi Saat Digerebek

Orang-orang yang sedang berjualan lari berhamburan untuk menghindari tabrakan,” kata Joko (45), salah seorang saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.

Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa korban yang terluka ke rumah sakit terdekat. Total ada lima orang yang terluka, termasuk seorang pedagang yang mengalami patah kaki akibat tertabrak mobil.

Dua orang lainnya mengalami luka ringan dan tiga lainnya dilaporkan shock akibat kejadian tersebut.

Pengemudi minibus, yang hanya mengalami luka ringan, segera diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan awal, pengemudi mengaku tidak merasa mengantuk dan merasa baik-baik saja saat mengemudi.

Namun, beberapa jam setelah kejadian, pihak kepolisian mencurigai bahwa pengemudi kemungkinan mengalami microsleep—sebuah kondisi di mana seseorang secara tiba-tiba tertidur dalam waktu singkat, biasanya hanya beberapa detik, tanpa disadari.

Apa Itu Microsleep?

Microsleep adalah istilah medis yang merujuk pada episode tidur singkat yang berlangsung hanya selama beberapa detik hingga satu menit. Selama microsleep, otak kehilangan kesadaran sementara, meskipun tubuh tetap dalam keadaan terjaga. Kondisi ini sering terjadi pada pengemudi yang kurang tidur atau mereka yang mengalami kelelahan ekstrem.

Pada saat microsleep, pengemudi mungkin tidak menyadari bahwa ia telah tertidur dalam beberapa detik dan tidak dapat mengontrol kendaraannya. Dalam beberapa kasus, pengemudi bisa terus mengemudi tanpa sadar, menyebabkan kecelakaan. “Berdasarkan ciri-ciri yang ada dan pengakuan pengemudi, kami menduga ia mengalami microsleep saat berkendara. Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya, karena pengemudi kehilangan kesadaran sejenak tanpa bisa mengontrol kendaraan,” ujar Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Arif Widodo.

Penyebab Microsleep pada Pengemudi

Kondisi microsleep sering kali disebabkan oleh kelelahan, kurang tidur, atau bahkan monoton dalam berkendara. Pengemudi yang sudah tidak cukup tidur atau mengemudi dalam jangka waktu panjang tanpa jeda beristirahat rentan mengalami microsleep. Dalam kasus kecelakaan di Kota Banjar, polisi menduga bahwa pengemudi minibus yang berusia 35 tahun tersebut telah mengemudi selama berjam-jam tanpa istirahat. “Pengemudi mengaku sudah tidak tidur semalam penuh karena ada urusan pekerjaan, dan ia harus melanjutkan perjalanan pagi itu,” tambah AKP Arif.

Meskipun pengemudi tidak merasa mengantuk atau lelah pada saat kejadian, kondisi tubuh yang sudah kelelahan atau kurang tidur bisa menyebabkan otak secara tidak sadar memulai episode tidur singkat. Ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, bahkan di jalan raya yang padat atau dalam situasi kritis.

Upaya Penanganan dan Bantuan bagi Korban

Setelah kejadian, petugas medis dan polisi segera melakukan penanganan pertama terhadap korban dan membawa mereka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar. Seorang pedagang yang terluka cukup parah, Rina (38), harus menjalani operasi untuk mengobati patah tulang pada kakinya. Sementara itu, korban lainnya mendapatkan perawatan untuk luka ringan dan shock.

“Pihak rumah sakit sudah melakukan tindakan medis untuk membantu para korban. Kami berharap mereka bisa segera pulih, dan keluarga korban akan mendapatkan pendampingan dari pihak berwajib,” kata Dr. Iwan, Kepala RSUD Kota Banjar.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah memanggil pengemudi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan tidak ada unsur kelalaian atau pelanggaran hukum lainnya yang terjadi. “Kami akan memastikan proses hukum berjalan dengan adil, dan pengemudi juga akan dikenakan sanksi jika terbukti bersalah,” kata AKP Arif Widodo.

Tanggapan dari Warga dan Pedagang Kaki Lima

Kecelakaan ini tentunya memberikan dampak yang besar bagi para pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi kejadian. Para pedagang mengungkapkan kekhawatirannya terkait keselamatan mereka yang sering berjualan di pinggir jalan raya yang sibuk. “Kami sering kali khawatir jika ada kendaraan yang melaju terlalu cepat atau hilang kendali. Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi kami agar lebih berhati-hati,” ujar Siti, seorang pedagang yang lapaknya hampir saja tertabrak minibus.

Warga sekitar juga berharap agar pemerintah setempat lebih memperhatikan keselamatan para pedagang dan pengendara dengan memperbaiki infrastuktur jalan, memberikan tanda peringatan, serta meningkatkan kesadaran tentang bahaya microsleep pada pengemudi. “Perlu ada lebih banyak kampanye keselamatan berkendara, terutama untuk mengingatkan pengemudi tentang bahaya mengemudi saat kelelahan atau mengantuk,” ujar Yanto, warga yang tinggal di dekat lokasi kecelakaan.

Langkah Pencegahan dan Kampanye Keselamatan Berkendara

Kecelakaan yang melibatkan microsleep ini menjadi perhatian penting bagi kepolisian dan berbagai pihak yang berfokus pada keselamatan lalu lintas. Kampanye untuk mencegah microsleep dan kelelahan pada pengemudi menjadi salah satu fokus utama di berbagai daerah.

“Penting untuk selalu mengingatkan pengemudi agar cukup tidur sebelum perjalanan jauh dan selalu beristirahat setiap 2-3 jam berkendara. Jika merasa lelah atau mengantuk, segeralah berhenti dan beristirahat di tempat yang aman,” imbau AKP Arif.

Pihak kepolisian juga berencana melakukan sosialisasi tentang bahaya microsleep kepada pengemudi angkutan umum dan kendaraan pribadi. Dalam waktu dekat, mereka akan menggelar seminar dan penyuluhan tentang keselamatan berkendara di sejumlah sekolah dan komunitas.

Skintific