Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Festival Jurig Sarengseng Pecah Kesunyian Pajamben

Skintific

Koran Banjar – Festival Jurig Sarengseng berhasil memecah kesunyian kawasan Pajamben, Kota Banjar, dengan suguhan seni budaya yang unik dan penuh kreativitas. Warga tumpah ruah ke jalan untuk menyaksikan rangkaian acara yang menghadirkan pertunjukan tradisional, arak-arakan kostum jurig, serta berbagai atraksi khas yang menggambarkan kekayaan budaya lokal.

Jurig Sarengseng dan Reog Dongkol,Seni Budaya Khas Kota Banjar yang Harus  Terus Dilestarikan – TABLOID LINTAS PENA
Festival Jurig Sarengseng Pecah Kesunyian Pajamben

Pemerintah Kota Banjar bersama masyarakat setempat menginisiasi festival ini sebagai upaya menghidupkan ruang publik sekaligus melestarikan tradisi daerah. Sejak sore hari, peserta mulai bersiap dengan kostum bertema jurig atau makhluk imajiner yang menjadi ikon acara. Warga menampilkan kostum hasil karya sendiri dengan sentuhan seni dan pesan budaya yang kuat.

Skintific

Baca Juga : Kapolres Tasikmalaya Minta Warga Tak Terlalu Euforia Merayakan Tahun Baru

Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Para seniman lokal menampilkan musik tradisional, tari rakyat, serta pertunjukan teatrikal yang mengangkat cerita rakyat setempat. Melalui Festival Jurig Sarengseng, masyarakat menunjukkan bahwa tradisi mampu beradaptasi dengan konsep kreatif yang relevan dengan zaman.

Pajamben tidak hanya menghadirkan hiburan

Antusiasme pengunjung terlihat tinggi sepanjang acara berlangsung. Pelaku UMKM lokal turut memanfaatkan momentum ini dengan membuka lapak kuliner dan kerajinan tangan. Aktivitas ekonomi pun bergerak seiring ramainya pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di sekitar Kota Banjar.

Tokoh masyarakat Pajamben menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut. Mereka menilai Festival Jurig Sarengseng mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat kebersamaan warga. Kegiatan ini juga dinilai efektif dalam menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya cenderung sepi pada malam hari.

Pemerintah daerah berharap festival ini dapat masuk dalam agenda budaya tahunan Kota Banjar. Dengan pengelolaan yang konsisten, festival diyakini mampu menjadi daya tarik wisata budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Selain itu, keterlibatan aktif warga menjadi kunci keberhasilan acara ini.

Melalui Festival Jurig Sarengseng, Pajamben tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membangun ruang ekspresi budaya yang inklusif. Festival ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat mampu menghadirkan perayaan budaya yang hidup dan bermakna.

Skintific