Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Reses Bukan Omon Terungkap Aspirasi Masyarakat Selama 20 Tahun Tak Direalisasikan

Skintific

Banjar – Reses Bukan Omon bukan sekadar ajang formalitas atau rutinitas tahunan anggota dewan. Di banyak tempat, reses justru menjadi satu-satunya momen masyarakat bisa bicara langsung dengan wakilnya di parlemen.

Begitu pula yang terjadi dalam agenda reses seorang anggota DPRD di sebuah daerah. Dalam kunjungannya ke kampung tersebut, terungkap fakta mengejutkan.

Skintific

Warga menyampaikan bahwa ada aspirasi yang telah mereka sampaikan sejak dua dekade lalu, namun belum juga terealisasi hingga saat ini.

Reses Bukan Omon
Reses Bukan Omon

Baca Juga : Curi Ponsel Tetangga, Residivis Narkoba Kembali Berurusan dengan Polisi

Salah satu tokoh masyarakat menyebut, mereka sudah bosan dijanjikan. Setiap kali reses datang, permintaan mereka hanya dicatat, tapi tidak pernah ditindaklanjuti.

Aspirasi yang mereka perjuangkan bukan hal baru atau muluk-muluk. Masyarakat hanya meminta pembangunan jalan penghubung antar kampung dan akses air bersih.

Kondisi jalan di daerah tersebut masih berupa tanah dan berbatu.

Anak-anak terpaksa berjalan kaki sejauh dua kilometer untuk sampai ke sekolah. Tak jarang mereka jatuh terpeleset karena medan yang licin.

Ibu-ibu harus memanggul hasil kebun untuk dibawa ke pasar. Itu pun harus ditempuh dengan perjalanan yang sangat melelahkan.

Akses air bersih pun tak kalah memprihatinkan. Warga masih mengandalkan air hujan atau menimba dari sumur dangkal yang rawan tercemar.

Selama 20 tahun, mereka hanya bisa berharap setiap kali anggota dewan datang. Namun harapan itu selalu pupus tanpa ada bukti nyata.

Dalam forum reses kali ini, suasana menjadi haru dan emosional. Sejumlah warga tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kondisi kampung mereka.

Salah seorang ibu bahkan menangis saat menyampaikan bahwa anaknya pernah jatuh sakit karena mengonsumsi air yang tidak layak.

Anggota dewan yang hadir tampak terkejut mendengar keluhan tersebut. Ia mengaku belum pernah menerima laporan selengkap ini sebelumnya.

Ia berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warga secara serius. Bahkan ia meminta stafnya untuk langsung mencatat dan mendokumentasikan seluruh permintaan warga.

Namun, masyarakat tetap skeptis. Mereka sudah terlalu sering mendengar janji, tapi tidak pernah melihat realisasinya.

Anggota dewan pun mencoba menjelaskan proses anggaran dan prioritas pembangunan. Ia menyebut bahwa butuh dukungan lintas fraksi agar aspirasi bisa terealisasi.

Meski begitu, warga tetap menuntut komitmen.

“Jika tidak ada hasil, jangan datang lagi tahun depan,” ujar seorang tokoh masyarakat. Pernyataannya menggambarkan betapa dalamnya kekecewaan warga.

Reses kali ini menjadi momentum penting bagi anggota dewan tersebut untuk membuktikan keseriusannya. Ia sadar kepercayaan masyarakat berada di ujung tanduk.

Skintific