Tunggakan Mencapai Rp1,8 Miliar
Perumda Tirta Anom Kota Banjar mengumumkan bahwa total tunggakan pelanggan telah mencapai Rp1,8 miliar. Angka ini dianggap cukup berat bagi perusahaan yang mengandalkan pendapatan dari pembayaran rutin pelanggan.
Direktur Perumda Tirta Anom menjelaskan bahwa tingginya tunggakan berdampak pada operasional perusahaan. Beberapa kegiatan perbaikan jaringan dan peningkatan layanan ikut tertunda akibat keterbatasan anggaran.
Menurut perusahaan, tunggakan terjadi bukan hanya dari pelanggan rumah tangga, tetapi juga pelanggan bisnis dan sosial. Kondisi ini memerlukan langkah strategis agar keuangan perusahaan tetap stabil.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, perusahaan memilih untuk tidak langsung melakukan pemutusan sambungan. Mereka mempertimbangkan kondisi ekonomi warga yang masih belum sepenuhnya pulih.
Pihak manajemen berharap kebijakan yang baru diluncurkan dapat membantu pelanggan menyelesaikan kewajibannya dengan cara yang lebih ringan dan fleksibel.
Program Pemutihan untuk Ringankan Pelanggan
Untuk menyikapi kondisi tersebut, Perumda Tirta Anom meluncurkan program pemutihan tunggakan. Melalui program ini, denda keterlambatan akan dihapus sehingga pelanggan hanya perlu membayar tagihan pokok.
Program pemutihan ini berlaku untuk seluruh pelanggan yang masih memiliki tunggakan aktif. Perusahaan juga memberikan waktu yang cukup bagi pelanggan untuk memanfaatkannya sebelum masa program berakhir.
Direktur perusahaan menyebutkan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat. Banyak pelanggan yang kesulitan membayar akibat tekanan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.
Perumda memastikan proses pemutihan dapat dilakukan dengan mudah melalui loket pembayaran dan layanan informasi pelanggan. Pelanggan cukup membawa nomor sambungan dan identitas diri.
Pihak perusahaan juga menyiapkan petugas khusus untuk memberikan penjelasan kepada warga. Hal ini dilakukan agar pelanggan memahami manfaat pemutihan dan segera menyelesaikan tunggakan mereka.
Baca Juga : Purbaya Iseng Coba Moge Patwal di Kemenkeu: Gak Gampang, Guys
Harapan dan Dampak Program ke Depan
Perumda Tirta Anom berharap program ini dapat mengurangi beban tunggakan hingga lebih dari 50 persen. Jika target tersebut tercapai, perusahaan optimis dapat memperbaiki layanan secara bertahap.
Selain program pemutihan, perusahaan juga merencanakan pemeriksaan jaringan dan peningkatan kualitas pasokan air. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelanggan mendapatkan layanan yang lebih baik.
Pihak manajemen mengimbau seluruh pelanggan untuk memanfaatkan kesempatan ini. Menurut mereka, pemutihan tidak selalu tersedia dan biasanya hanya diberikan pada kondisi tertentu saja.
Beberapa warga menyambut baik kebijakan tersebut. Mereka merasa terbantu karena tidak perlu lagi membayar denda yang selama ini membuat tunggakan semakin besar.
Program ini juga dinilai mampu mengurangi risiko pemutusan sambungan air. Dengan pembayaran yang lebih ringan, pelanggan dapat tetap menerima pasokan air bersih tanpa hambatan.
Langkah Perumda Tirta Anom dianggap sebagai kebijakan yang pro masyarakat. Perusahaan menunjukkan komitmen mendukung stabilitas ekonomi warga sekaligus menjaga keberlanjutan layanan.
Manajemen perusahaan menegaskan bahwa transparansi akan terus dijaga. Semua pembayaran yang masuk akan tercatat dalam sistem agar tidak ada kesalahan administrasi.
Perusahaan juga berencana melakukan evaluasi setelah program berakhir. Hasil evaluasi akan digunakan untuk menentukan kebijakan lanjutan tentang pembayaran dan pelayanan.
Dengan adanya program pemutihan, Perumda Tirta Anom berharap hubungan antara perusahaan dan pelanggan dapat semakin harmonis. Mereka ingin memastikan bahwa pelayanan air bersih tetap dapat dinikmati semua warga Kota Banjar.






