Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

PHK Karyawan Starbucks Siapkan Dana Rp 16,7 T untuk Restrukturisasi

Skintific

Banjar – PHK Karyawan Starbucks  raksasa jaringan kopi global, tengah menjadi sorotan dunia setelah mengumumkan langkah restrukturisasi besar-besaran.

Perusahaan tersebut menyiapkan dana hingga Rp 16,7 triliun untuk membiayai program restrukturisasi ini.

Skintific
PHK Karyawan Starbucks
PHK Karyawan Starbucks

Baca Juga : Pemkab Pandeglang soal Warga Patungan Perbaiki Jalan Rusak

Salah satu langkah utama dalam kebijakan ini adalah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya.

Kabar tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja maupun investor.

 Starbucks menyebutkan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang.

Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi dan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar global.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri makanan dan minuman memang mengalami tekanan cukup besar.

Faktor utama adalah perubahan pola konsumsi pasca-pandemi, di mana konsumen semakin banyak beralih ke layanan digital.

Starbucks berupaya memperkuat bisnis online dan layanan pesan antar.

Namun, strategi ini juga berarti perusahaan harus mengurangi biaya operasional di gerai fisik.

Dana Rp 16,7 triliun yang disiapkan akan dialokasikan untuk pesangon, kompensasi, serta program transisi karyawan.

Starbucks menegaskan bahwa mereka tidak meninggalkan para pekerjanya begitu saja.

 Selain pesangon, perusahaan juga akan menawarkan pelatihan ulang bagi karyawan yang terdampak.

Langkah ini diharapkan bisa membantu mereka mendapatkan pekerjaan baru di sektor lain.

Meski demikian, kabar PHK tetap menjadi pukulan berat bagi banyak pekerja.

 Ribuan keluarga akan terdampak, terutama mereka yang selama ini bergantung pada gaji Starbucks.

Serikat pekerja pun mulai menyuarakan keberatannya atas keputusan ini.

Mereka menuntut agar perusahaan lebih transparan dalam menyampaikan alasan PHK.

Beberapa serikat juga meminta agar jumlah karyawan yang terkena dampak dapat diminimalkan.

Di sisi lain, analis menilai keputusan Starbucks ini sebagai langkah realistis.

Dengan kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, efisiensi dianggap penting untuk menjaga kelangsungan bisnis.

Starbucks sendiri menghadapi persaingan ketat dari merek kopi lain, baik lokal maupun internasional.

Kompetisi semakin tajam seiring munculnya startup kopi berbasis digital.

Mereka menawarkan harga lebih murah dan layanan

Skintific