Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

PGRI Kota Banjar Dukung SE Gubernur Larangan Hukuman Fisik kepada Siswa

Skintific

Banjar – PGRI Kota Banjar Dukung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banjar menyatakan dukungan penuh terhadap Surat Edaran (SE) Gubernur yang melarang praktik hukuman fisik di lingkungan sekolah. Dukungan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen organisasi guru untuk menciptakan pendidikan yang aman, humanis, dan berorientasi pada pendekatan pembinaan, bukan kekerasan.

Langkah Gubernur tersebut sebelumnya menuai perhatian luas, terutama setelah meningkatnya laporan kekerasan di sekolah, baik dalam bentuk fisik maupun verbal. SE ini diterbitkan sebagai pedoman agar para tenaga pendidik dapat memberikan disiplin yang konstruktif tanpa menggunakan cara-cara yang berpotensi melukai fisik maupun psikis siswa.

Skintific

PGRI: Guru Harus Menjadi Teladan Perlindungan Anak

PGRI Kota Banjar Dukung
PGRI Kota Banjar Dukung

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Banjar Turun Langsung Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Purwaharja

Ketua PGRI Kota Banjar menegaskan bahwa guru-guru harus memahami perubahan paradigma dalam pendidikan modern. Menurutnya, perkembangan zaman menuntut pendidik untuk meninggalkan pola pengajaran konvensional yang dahulu menganggap hukuman fisik sebagai sesuatu yang lumrah.

“PGRI Kota Banjar mendukung penuh SE Gubernur. Tugas guru bukan hanya mengajar, tetapi juga melindungi dan membimbing. Kekerasan bukan lagi cara yang dapat dibenarkan dalam proses pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa—bukan ruang yang menimbulkan ketakutan. Guru didorong menggunakan pendekatan dialogis, konseling, dan pembinaan karakter sebagai alternatif dalam menegakkan kedisiplinan.

Program Sosialisasi dan Pendampingan Akan Diperkuat

Sebagai tindak lanjut, PGRI Kota Banjar berencana memperkuat sosialisasi kepada seluruh guru mengenai mekanisme disiplin positif yang sesuai dengan prinsip perlindungan anak. Pelatihan akan difokuskan pada:

  • Metode pembelajaran berbasis empati

  • Teknik komunikasi efektif antara guru dan siswa

  • Penanganan siswa bermasalah tanpa kekerasan

  • Peningkatan literasi guru terkait psikologi pendidikan

Masyarakat dan Orang Tua Ikut Apresiasi

Keluarnya SE Gubernur disambut positif oleh banyak orang tua murid di Kota Banjar.

Sejumlah orang tua bahkan berharap sekolah membuat mekanisme laporan yang lebih mudah apabila terjadi tindakan yang menyimpang dari aturan. Dengan demikian, pelanggaran dapat cepat ditangani, dan guru yang masih menggunakan cara-cara lama dapat diberi pembinaan.

Sekolah Diminta Lebih Responsif

PGRI Kota Banjar juga mengingatkan agar seluruh kepala sekolah ikut terlibat aktif dalam mengawasi perilaku guru di bawah naungan mereka. Kepala sekolah diminta membuat komitmen bersama terkait penerapan disiplin positif di sekolah masing-masing.

Selain itu, sekolah diharapkan memastikan bahwa siswa tahu hak-hak mereka serta memahami bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun—termasuk cubitan, tamparan, atau hukuman berdiri berjam-jam—tidak lagi dibenarkan dalam dunia pendidikan modern.

Arah Baru Pendidikan Tanpa Kekerasan

Dengan adanya dukungan penuh dari PGRI Kota Banjar, SE Gubernur ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi arah baru dalam pembinaan siswa. Guru sebagai ujung tombak pendidikan dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut demi tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga merasa aman dan dihargai di sekolah.

PGRI menegaskan bahwa kedisiplinan tetap penting, namun pembinaannya harus dilakukan dengan cara-cara edukatif dan manusiawi.

Skintific