Koran Banjar – Penanganan jalan rusak di kawasan Kebon Kalapa, Kota Banjar, masih menghadapi kendala kewenangan antarinstansi. Kondisi jalan yang rusak parah mengganggu aktivitas warga dan memperlambat mobilitas ekonomi masyarakat sekitar. Warga mengeluhkan kerusakan tersebut karena sudah berlangsung lama tanpa perbaikan yang jelas.

Kerusakan jalan Kebon Kalapa terlihat pada permukaan aspal yang berlubang dan tidak rata. Saat hujan turun, genangan air menutup lubang jalan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas. Warga sekitar berharap penanganan jalan rusak segera dilakukan agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.
Baca Juga : Produk di Galeri UMKM Sukma Kenanga Masih Minim, DPRD Kota Banjar Dorong Optimalisasi
Penanganan jalan rusak memerlukan kejelasan tanggung jawab antara pemerintah kota, provinsi, dan pihak terkait lainnya. Pemerintah Kota Banjar telah melakukan komunikasi dan pengajuan koordinasi agar proses perbaikan dapat segera berjalan. Langkah ini bertujuan mempercepat penanganan sekaligus memastikan perbaikan sesuai aturan yang berlaku.
Masyarakat Kebon Kalapa berharap pemerintah segera menemukan solusi konkret. Jalan tersebut menjadi akses penting bagi warga, pelajar, dan pelaku usaha lokal. Kerusakan yang terus dibiarkan dapat berdampak pada aktivitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Warga juga menginginkan transparansi informasi terkait rencana perbaikan jalan.
Pemerintah daerah berkomitmen mencari jalan keluar agar penanganan jalan rusak Kebon Kalapa dapat segera terealisasi. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan ini. Dengan sinergi yang baik, pemerintah berharap perbaikan jalan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Banjar.






