Banjar – Mahasiswa Minta DPR Pada sabtu, 6 September 2025, puluhan mahasiswa dari berbagai universitas menggelar audiensi dengan pimpinan DPR RI, mendesak berdirinya tim investigasi untuk menindaklanjuti dugaan makar yang timbul pasca aksi demonstrasi beberapa hari terakhir.
Dalam forum tersebut, Ketua BEM Universitas Indonesia, Agus Setiawan, menyatakan bahwa mahasiswa tidak mungkin melakukan tindakan anarkis, karena aksinya adalah penyampaian aspirasi publik secara damai.
Ia menyebut bahwa keterlibatan provokator dalam demontrasi menodai perjuangan mahasiswa, sehingga perlu dilakukan investigasi yang serius.

Baca Juga : Gerhana Bulan Total 7 September di RI, Awas Banjir
Mahasiswa Trisakti, melalui presidennya Ezar Nolan, juga menuntut agar Istana, khususnya Presiden Prabowo Subianto, mendukung terbentuknya tim investigasi independen.
Mereka menegaskan bahwa tim itu sangat penting untuk membuktikan apakah tuduhan makar dapat dipertanggungjawabkan secara fakta.
BEM SI Kerakyatan juga turut menyampaikan aspirasi serupa kepada pimpinan DPR dan menyoroti tindakan represif yang terjadi selama demonstrasi berlangsung.
Fraksi Partai NasDem DPR turut mendukung gagasan pembentukan tim investigasi independen, memperingatkan agar tidak terjadi politisasi kasus ini.
Viktor Laiskodat, Ketua Fraksi NasDem, berharap agar investigasi dilakukan secara objektif, transparan, dan menyeluruh agar dipercaya publik.
Pada Kamis, 4 September 2025, Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyatakan DPR siap mendorong pembentukan tim investigasi oleh pemerintah, dan akan mengawalnya melalui Komisi III.
Cucun menegaskan bahwa DPR memiliki fungsi pengawasan dan akan memperjuangkan agar tim tersebut benar-benar terwujud.
Menurut ini pengamat politik, audiensi antara mahasiswa dan DPR ini menjadi momentum penting bagi transparansi politik dan pelibatan publik dalam proses pengawasan.
Mahasiswa ini juga melakukan pertemuan dengan pihak Istana. Pada malam harinya, perwakilan BEM SI Kerakyatan disambut oleh Mensesneg ini
Dalam pertemuan itu, mahasiswa kembali menegaskan tuntutan agar Presiden segera membentuk tim investigasi dugaan makar, dengan komposisi yang independen
ini Di beberapa kota seperti Makassar dan Surabaya, aksi berujung pada penyerangan gedung pemerintah serta rumah anggota parlemen.






