PDAM Tirta Anom Banjar Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Kontribusi PAD
BANJAR — Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Anom Kota Banjar, E. Fitrah Nurkamilah, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kinerja perusahaan serta memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pernyataan ini disampaikan menanggapi kritik dari Poros Sahabat Nusantara (Posnu) yang menyoroti belum adanya setoran kontribusi PDAM ke kas daerah.
Sebelumnya, Pembina Posnu Kota Banjar, Muhlison, menyampaikan pandangan bahwa PDAM Tirta Anom seharusnya dapat menjadi salah satu penopang alternatif keuangan daerah, terutama di tengah kondisi pemotongan anggaran transfer dari pemerintah pusat.
baca juga : Pemilik Unit Grand Tan Akui Pernah Terima Bagi Hasil Rp 1,7 Juta Per Tahun
“PDAM memiliki potensi besar untuk menambah PAD, sehingga perlu transparansi dan optimalisasi manajemen dalam pengelolaan air bersih,” ujar Muhlison dalam keterangannya.
Menunggu Regulasi Teknis dari Pemkot Banjar
Menjawab hal tersebut, Direktur PDAM Tirta Anom, E. Fitrah Nurkamilah, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah perbaikan internal, meski mekanisme penyetoran PAD masih menunggu kepastian regulasi dari Pemerintah Kota Banjar.
“Untuk langkah-langkah teknisnya, kami masih menunggu regulasi yang jelas dari Pemkot. Kami ingin setiap kebijakan sesuai payung hukum yang berlaku,” jelas Nurkamilah, Selasa (7/10/2025).
Ia menegaskan, PDAM Tirta Anom tetap berupaya maksimal meningkatkan pelayanan kepada pelanggan di tengah keterbatasan infrastruktur dan sumber daya.
“Meski dengan peralatan terbatas, kami terus melakukan pembenahan dari sisi kesehatan internal perusahaan serta memperbaiki kualitas layanan,” ujarnya.
Pertumbuhan Sambungan Rumah Terus Meningkat
Nurkamilah menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah Sambungan Rumah (SR) mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menjadi indikator positif bahwa kepercayaan masyarakat terhadap PDAM Tirta Anom semakin meningkat.
“Setiap tahun terjadi penambahan pelanggan baru. Ini menunjukkan bahwa masyarakat terus mempercayakan kebutuhan air bersihnya kepada PDAM,” ungkapnya.
Skema Kontribusi PAD Telah Disusun
Lebih lanjut, manajemen PDAM Tirta Anom telah mengajukan surat resmi kepada Pemerintah Kota Banjar untuk membahas teknis penyetoran dividen ke PAD.
Menurut Nurkamilah, setelah Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal disahkan, PDAM telah menyusun skema kontribusi PAD berdasarkan nilai penyertaan modal tersebut. Skema itu kini telah dimasukkan dalam dokumen Rencana Bisnis Perusahaan (RBP).
“Begitu regulasi detailnya keluar, kami siap menjalankan mekanisme penyetoran sesuai aturan. Prinsip kami, setiap rupiah harus jelas dasar hukumnya,” tegasnya.
Infrastruktur Tua Jadi Tantangan Utama
Nurkamilah juga tak menampik adanya kendala teknis dalam proses pelayanan. Menurutnya, sebagian jaringan pipa yang digunakan saat ini merupakan warisan sejak tahun 1979 dan sudah sangat usang. Kondisi tersebut sering menimbulkan kebocoran dan gangguan distribusi air ke pelanggan.
baca juga : pedagang mengalami kerugian besar akibat barang dagangan terbakar
“Apabila masih ada kekurangan dalam pelayanan, kami mohon maaf. Banyak jaringan lama yang harus segera direvitalisasi agar distribusi air lebih lancar dan efisien,” jelasnya.
Ia menegaskan, revitalisasi jaringan pipa menjadi prioritas utama PDAM Tirta Anom dalam beberapa tahun ke depan. Rencana itu diharapkan dapat memperbaiki stabilitas distribusi air bersih sekaligus memperkuat kinerja perusahaan daerah.
Komitmen Transparansi dan Pelayanan Publik
Sebagai badan usaha milik daerah, PDAM Tirta Anom Banjar berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan maupun layanan publik.
“PDAM bukan hanya entitas bisnis, tetapi juga bagian dari pelayanan dasar masyarakat. Kami terus berbenah agar dapat memberi manfaat maksimal bagi warga Banjar sekaligus mendukung kemandirian keuangan daerah,” pungkas Nurkamilah.






