Banjar -Didukung 23 Provinsi Jelang Hendry Ch Bangun secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2025–2030.
Didukung 23 Provinsi Jelang Selain tokoh-tokoh utama, banyak pengurus dan kader PWI yang mendampingi, seperti Djunaidi Tjunti Agus, AR Lubis, Eka Putra, Yesayas Oktavianus, Jimmy S Harianto, Berman Nainggolan, Dadang Rahmat, Syahrul Munir, Herwan, Edy Kiswanto, Rudy Sitompul, dan perwakilan PWI wilayah Bogor.

Dalam proses pendaftaran, Hendry menyerahkan surat dukungan secara resmi—jumlahnya 17 surat dari Ketua PWI provinsi.
Baca Juga : Anak Berkebutuhan Khusus asal Kota Banjar Ikuti Kejuaraan Tenis Meja NPCI DKI Jakarta 2025
Dalam kesempatan tersebut, Hendry menyampaikan tujuan pencalonannya: “untuk menyatukan kembali PWI, memperkuat rekonsiliasi, dan membangun soliditas organisasi”.
Tak hanya dukungan, Hendry juga menunjukkan semangat independensi.
Di sisi lain, para pendukung dari tingkat daerah menyampaikan harapan agar Kongres Persatuan ini menjadi tonggak pemulihan persatuan.
Dia juga berharap, “feeling saya persatuan akan terjadi”, menegaskan semangat optimisme dalam rekonsiliasi internal PWI.
Kehadiran tokoh-tokoh seperti Totok Suryanto (anggota Dewan Pers) dan Raja Parlindungan Pane (Wakil Ketua OC) turut memberi bobot pelaksanaan acara.
Liputan4.com mencatat bahwa Hendry juga dikenal sebagai Wakil Ketua Dewan
Media Riau24 menegaskan bahwa pencalonan ini adalah langkah strategis yang sarat makna, selain mendapat dukungan luas, juga mencerminkan semangat persatuan.
Saat ini, terdapat dua calon utama: Hendry Ch Bangun dengan dukungan signifikan, serta Akhmad Munir berpasangan dengan Atal S Depari, yang mendaftar sehari sebelumnya (22 Agustus 2025).
Pentingnya Kongres Persatuan juga menjadi refleksi atas dinamika internal yang sempat memecah organisasi di periode sebelumnya.
Hendry, pemenang dalam pemilihan Ketum PWI periode 2023–2028, menunjukkan rekam jejak panjang dan kerja keras dalam memimpin.
Dalam Kongres tahun 2023, Hendry berhasil mengalahkan calon petahana lewat putaran kedua, dengan perolehan suara 47–41.
Namun kini, Hendry kembali maju dengan narasi yang lebih menekankan rekonsiliasi dan soliditas, serta simbolisme angka kemerdekaan.






