Banjar – Dalang Pembunuhan warga Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat, dihebohkan oleh penemuan lima jenazah yang terkubur dalam satu lubang di halaman belakang sebuah rumah keluarga Sahroni.
Korban terdiri atas H. Sahroni (75–76 tahun), putranya Budi Awaludin (40–45 tahun), menantunya Euis Juwita Sari (37–40 tahun), serta dua cucu: Ratu (6–7 tahun) dan Bela (bayi 10 bulan).
Misteri terkuak ketika keluarga korban kehilangan kontak dengan mereka selama beberapa hari. Ketika rumah didatangi, warga mencium bau menyengat yang berasal dari gundukan tanah di halaman belakang—titik awal penggalian tragis itu.

Petugas menggali dan menemukan kelima jenazah dalam satu liang—peristiwa yang mengguncang ketenangan lingkungan setempat.
Baca Juga : Indonesia Siap Dongkrak Harga Batu Bara Cs di Pasar Dunia
Petugas menemukan sejumlah barang bukti di lokasi: cangkul, ember kecil, seprai berbau darah, dan terpal biru bercak darah—menyiratkan aksi perencanaan dan upaya menyembunyikan jejak.
Polisi menyatakan “dugaan kuat ini adalah tindak pidana pembunuhan”. Hal itu berdasarkan temuan dan konteks di TKP.
Polres Indramayu telah menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan dan masih mendalami motif serta pelaku di balik tragedi tersebut.
Kriminolog UI, Adrianus Meliala, mengemukakan beberapa kemungkinan motif tragedi ini:
Dendam pribadi yang mendalam terhadap keluarga korban.
Pertengkaran ekonomi atau konflik yang memuncak, kemudian berujung menghilangkan saksi.
Pembunuhan bertahap, mungkin dilakukan oleh lebih dari satu pelaku dengan motif berbeda, termasuk kemungkinan kekerasan seksual terhadap korban anak.
Kerabat korban, termasuk Nikko Hadimulya, menyerahkan penuh penanganan kasus kepada Polres Indramayu dan mendesak agar pelaku dihukum seberat‑beratnya.
Keluarga menegaskan korban adalah sosok yang tertutup persoalan pribadi, menjalankan usaha sarang walet, dan punya usaha toko grosir—menepis asumsi bahwa konflik internal menjadi pemicu.
Jenazah akhirnya dimakamkan di Kecamatan Sindang, Indramayu, meninggalkan duka mendalam yang diperparah
Hingga saat ini belum ada tersangka yang ditahan. Polisi tengah fokus mengembangkan penyidikan sambil menunggu hasil otopsi dan identifikasi lebih lanjut.






