Banjar – Curi Ponsel Tetangga Warga sebuah kawasan permukiman di Kecamatan Tanjung Timur digegerkan dengan penangkapan seorang pria yang diduga mencuri ponsel milik tetangganya sendiri.
Yang lebih mengejutkan, pelaku ternyata adalah residivis kasus narkoba yang baru beberapa bulan lalu menghirup udara bebas.
Aksi pencurian itu terjadi pada malam hari, saat pemilik rumah sedang keluar menghadiri acara keluarga.
Pelaku diduga masuk melalui jendela dapur yang tidak dikunci rapat, lalu langsung menuju ruang tamu tempat ponsel korban sedang diisi daya.
Korban, Rani (28), baru menyadari ponselnya hilang keesokan pagi ketika hendak menghubungi suaminya.

Baca Juga : 23 Provinsi Jelang Kongres, Hendry Ch Bangun Resmi Daftar Calon Ketua Umum PWI
Merasa ada kejanggalan, ia memeriksa rekaman CCTV dari tetangga sebelah yang mengarah ke bagian depan rumahnya.
Dari rekaman itulah terlihat sosok AD masuk ke rumah dengan mengenakan jaket hitam dan membawa kantong plastik kosong.
Warga sekitar segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjung Timur, yang langsung menindaklanjuti dengan mengamankan pelaku.
AD sempat mengelak saat pertama kali diamankan, namun setelah diperlihatkan rekaman CCTV, ia tidak bisa menghindar lagi.
Kepada petugas, AD mengaku nekat mencuri karena butuh uang untuk membeli makanan dan “kebutuhan pribadi”.
Namun ini pihak kepolisian mencurigai bahwa “kebutuhan pribadi” yang dimaksud adalah untuk membeli narkoba.
Kapolsek Tanjung Timur, AKP Yudi Pratama, membenarkan bahwa AD adalah mantan narapidana kasus penyalahgunaan narkotika.
“Yang bersangkutan baru keluar dari Lapas sekitar empat bulan lalu. Saat ini kami masih mendalami kemungkinan keterkaitannya dengan kasus narkoba lagi,” ujar Kapolsek Warga sekitar pun merasa geram.
“Dulu waktu keluar dari penjara, kita bantu dia. Tapi sekarang malah nyolong, dan yang dicuri tetangganya sendiri. Memalukan,” kata salah satu warga.
Meski tinggal bersama orang tuanya, AD sering keluar malam dan pulang menjelang pagi dengan alasan mencari pekerjaan.
Namun ini belakangan, ia jarang terlihat bekerja dan justru kerap meminjam uang dari tetangga-tetangganya.






